Sabtu, 30 Juli 2016

Anak Sulit Belajar? Coba Simak Beberapa Hal Ini

Anda pasti memiliki anak, adik, atau saudara yang hingga menginjak usia Sekolah dasar (6 hingga 10 tahun ) sulit untuk belajar membaca. Banyak diantara kita sebagai orangtua,kakak,maupun saudara justru malah memarahinya, menyebut mereka "bodoh" atau "malas". Coba kita lihat dengan seksama apakah anak tersebut benar-benar malas atau bodoh. Cobalah bertanya kenapa anak tersebut apa alasan mereka sulit belajar membaca atau enggan membaca. Kemudian coba periksa hasil belajar membaca dia dengan seksama lagi melalui cara ia mengucapkan dan menulis. Jika anda jeli dan menemukan berbagai huruf dan angka yang terbalik seperti 'd dan b' , 'c dan s' , atau lainnya mungkin anak tersebut menderita 'dislexya'.

Apa Dislexia itu?
Dislexia berasal dari kata 'dis' artinya 'tidaj mampu' dan lexia 'aksara'. Dislexia adalah gangguan linguistik pada seseorang sehingga tidak mampu belajar membaca (entah berupa tulisan maupun ejaan lisan) pada usia yang seharusnya. Dislexia bukanlah sebuah penyakit melainkan hanyalah gangguan biasa yang dapat diatasi dengan terapi rutin. Dislexia berlanjut hingga usia tua dapat menjadi alasan seseorang dikatakan buta huruf.

Apa Penyebab Dislexia ?
Ada beberapa penyebab dislexya diantaranya :
1. Faktor keturunan atau Genetika
2. Adanya gangguan biokimia pada otak
3. Kurangnya neurologis pada otak
4. Trauma anak sejak bayi (biasanya karena kekerasan, dibentak sejak bayi, usaha untuk aborsi,dll)

Tanda-tanda disleksia pada usia pra sekolah antara lain:

1. Suka mencampur adukkan kata-kata dan frasa
2. Kesulitan mempelajari rima (pengulangan bunyi) dan ritme (irama)
3. Sulit mengingat nama atau sebuah obyek
4. Perkembangan kemampuan berbahasa yang terlambat
5. Senang dibacakan buku, tapi tak tertarik pada huruf atau kata-kata
6. Sulit untuk berpakaian

Adapun tanda-tanda disleksia di usia sekolah dasar:

1. Sulit membaca dan mengeja
2. Sering tertukar huruf dan angka
Misalnya : The menjadi Teh, Ibu menjadi Ubi, Menulis angka 5 dengan terbalik, dsb.
3. Sulit mengingat alfabet atau mempelajari tabel
4. Sulit mengerti tulisan yang ia baca
5. Lambat dalam menulis
6. Sulit konsentrasi
7. Susah membedakan kanan dan kiri, atau urutan hari dalam sepekan
8. Percaya diri yang rendah
9. Masih tetap kesulitan dalam berpakaian
10. Sering marah berlebihan (biasanya hingga mengurung diri dan mengamuk)

Tak Selalu Mempunyai Kelemahan

Meski memiliki banyak kelemahan namun penderita disleksia juga memiliki banyak kelebihan diantaranya :
1. Suka menggambar
2. Sering merakit mainan seperti puzzle,bongkar pasang
3. Menyukai hal-hal yang berhubungan dengan seni.

Tindakan Orangtua
Lalu apa saja yang dapat dilakukan kita, khususnya orangtua apabila anaknya mengalami disleksia ?
1. Jangan sekali-sekali membentak, hal ini menyebabkan 0,2% otaknya semakin melemah.

2. Coba ajaklah menulis dan membaca dengan menyanyi atau cara menarik lainnya.

3. Coba bangkitkan kepercayaan dirinya dengan bercerita orang-orang oenderita dislexia yang sukses seperti Albert Einsten, Alexander Graham Bell, Walt Disney, Franklin, dll.  Kepercayaan diri mampu meningkatkan kinerja otak mereka.

4. Pahami si Anak. Dislexia umumnya adalah anak-anak yang pandai dan cerdas. Mereka memiliki tingkat kreatifitas dibanding anak normal lainnya. Cobalah tetap memberikan semangat karena itu akan membuat mereka terus berkembang.

Tak perlu khawatir apabila anak, adik, atau saudara kita mengalami dislexia. Sebab tidak ada anak yang bodoh atau malas, hanya mereka kurang mengembangkan potensi. Tetaplah bersabar dalam mengajari mereka membaca dan menulis serta berikan semangat dalam meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar