Gunung Ungaran adalah salah satu nuansa alam yang masih asri disela-sela hiruk pikuk Kabupaten Semarang. Gunung Ungaran terletak di Desa Sidomukti, Jimbaran. Gunung dengan ketinggian 2.050mdpl ini menjadi ciri khas wisata alam Kabupaten Semarang. Pemandangan yang asri dan dikelilingi tempat wisata menjadikan Gunung Ungaran sebagai Gunung favorit untuk berwisata entah untuk pendakian atau hanya sekedar camping ceria di kampung Ground desa Mawar.
Ada 2 jalur untuk mencapai :
1. Jalur Limbangan
2. Jalur Mawar
Dari pengalaman saya, saya lebih menyukai jalur Mawar. Selain track yang mudah, dapat ditempuh dengan motor, kita juga bisa mampir di arena wisata outbound Sidomukti, terlebih karena lebih dekat dengan rumah saya hehe :)
Dari basecamp Mawar kita hanya dikenakan tarif 3000 untuk parkir dan pendataan. Kita bisa sekedar camping di hutan pinus atau mendaki.
Gunung Ungaran memiliki track yang berbatu dan lembab cocok untuk pemula yang ingin menguji fisik.
Dari basecamp kita akan melewati hutan pinus hingga pos 1. Sepanjang perjalanan akan ditemui sungai kecil sebagai yang menandakan berlimpahnya sumber air di Gunung Ungaran. Setelah melewati pos 1 hingga 3. Kita akan menemukan kawasan Goa Jepang sebagai peninggalan Kolonial Jepang lengkap dengan kolam dan barak tentara yang sering disebut Promasan. Tak jauh dari situ kita akan memukan perkebunan teh yang luas. Perkebunan teh ini sangat cocok untuk menikmati sunset di sore hari.
Setelah kebun teh kita akan benar-benar mendaki sebab jalur selanjutnya merupakan bebatuan yang musti kita daki. Inilah mengapa meski Gunung Ungatan terhitung Gunung yang pendek namun berhasil membuat pendaki lelah.
Namun jangan khawatir dipertingahan jalur kita bisa beristirahat di balik bebatuan. Namun tetaplah menjaga kebersihan dan tidak menghalangi jalan pendaki lain ya.
Jika terus melanjutkan perjalanan maka kita akan sampai di puncak Ungaran yang sering disebut Benteng Reiders. Konon, benteng ini dulunya dijadikan tempat pelantikan tentara Jepang lho.
Di puncak Ungaran ini kita bisa mendirikan tenda namun apabila penuh kita bisa mendirikan tenda di Hutan Gedongsongo, tapi berhati-hatilah karena terkadang masih ada babi hutan yang berkeliaran. Hutan Gedongsongo ini juga bisa dijadikan jalur turun dari puncak Ungaran. Mitosnya, hutan ini merupakan tempat candi kesembilan yang dapat dilihat oleh orang-orang tertentu saja.
Sekian tentang Gunung Ungaran, semoga bermanfaat dan tetaplah menjaga kelestarian serta kebersihan alam ini.
Salam Lestari! 😊
Selasa, 31 Mei 2016
Gunung Ungaran
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar